Gejala Penyakit SIFILIS

Sifilis adalah penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil pada kulit atau selaput mukosa. Gejala sifilis dapat muncul dalam tiga tahap yang berbeda, yaitu:

Sifilis primer

Gejala sifilis primer biasanya muncul dalam waktu 10 hingga 90 hari setelah terinfeksi. Gejala yang paling umum adalah:

  • Chancre, yaitu luka kecil yang tidak terasa sakit dan biasanya muncul pada alat kelamin, anus, mulut, atau bibir.
  • Pembesaran kelenjar getah bening di daerah yang terinfeksi.

Gejala sifilis primer biasanya berlangsung selama 3 hingga 6 minggu tanpa pengobatan. Namun, luka chancre dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan, sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi sifilis.

Sifilis sekunder

Gejala sifilis sekunder biasanya muncul dalam waktu 6 minggu hingga 6 bulan setelah gejala sifilis primer menghilang. Gejala yang paling umum adalah:

  • Ruam kulit yang tidak terasa sakit, yang dapat muncul di seluruh tubuh.
  • Rontok rambut yang tidak merata
  • Luka di mulut atau tenggorokan
  • Demam
  • Nyeri sendi
  • Peningkatan berat badan

Gejala sifilis sekunder biasanya berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan tanpa pengobatan. Namun, gejala ini dapat hilang dan muncul kembali secara berulang.

Sifilis laten

Jika sifilis sekunder tidak diobati, sifilis dapat berkembang menjadi sifilis laten. Sifilis laten tidak memiliki gejala yang jelas. Namun, orang dengan sifilis laten tetap dapat menularkan sifilis kepada orang lain. Sifilis laten dapat berkembang menjadi sifilis tersier, yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ-organ tubuh.

Gejala sifilis tersier

Gejala sifilis tersier dapat muncul bertahun-tahun setelah terinfeksi. Gejala yang paling umum adalah:

  • Kerusakan otak, yang dapat menyebabkan kebutaan, demensia, atau kejang.
  • Kerusakan saraf tulang belakang, yang dapat menyebabkan mati rasa, kesemutan, atau kelemahan pada lengan dan kaki.
  • Kerusakan jantung, yang dapat menyebabkan gagal jantung.
  • Kerusakan pembuluh darah, yang dapat menyebabkan aneurisma atau pembengkakan pembuluh darah.
  • Kerusakan organ lainnya, seperti hati, ginjal, atau mata.

Pencegahan sifilis

Pencegahan sifilis dapat dilakukan dengan cara:

  • Menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual.
  • Tidak berhubungan seksual dengan orang yang memiliki sifilis.
  • Melakukan skrining sifilis secara rutin, terutama jika Anda memiliki risiko tinggi terinfeksi sifilis.

Jika Anda mengalami gejala sifilis, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Pengobatan sifilis yang efektif dapat membantu mencegah komplikasi serius.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *